News Terbaru

Salahkan Orang Tua Yuyun yang Terlalu Lama di Kebun Mencari Nafkah, Menteri Yohana Dikecam

Yuyun (14 tahun), siswi SMP warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi korban perkosaan dan pembunuhan oleh 14 pemuda pada awal April lalu.

Atas insiden tragis tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, menyalahkan orang tua remaja berusia 14 tahun tersebut.





"Saya mau katakan, kasus Yuyun sebenarnya yang salah adalah orang tua, pengasuhan orang tua," ujar Yohana dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5), dikutip RMOL.

Dia mengungkapkan, pada saat peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun terjadi, orang tuanya justru berada di kebun. Mereka terlalu lama menggunakan waktunya untuk mencari nafkah.

"Di saat peristiwa itu terjadi, kedua orang tuanya ada di kebun sudah berapa lama. Anaknya perempuan dengan kembarannya ditinggal," ungkapnya.

"Bagaimana mau memperhatikan kedua anak itu? Anak kalau ditinggalkan kedua orangtua, kebanyakan di kebun, pasti jadi mangsa, korban pelaku yang di sekitar itu," ungkap menteri asal Papua ini.

Pernyataan Menteri Yohana ini menuai kecaman publik di sosial media.

"Memang nya kalo gak cari nafkah.. mau makan batu kah. Asal jeplak aja," komen netizen Andre Iva.

Netizen lain Nurul Khotimah berkomentar: "Kenapa sekarang banyak pejabat nyalah nyalahin orang. Orangtua yuyun bekerja dikebun pasti ada sebabnya bu, hidup sekarang susah bu kerja banting tulang cuma buat makan ga semua orang kaya ibu tinggal gesek aja. Tolonglah bu klo kasih komentar jangan yg menyakitkan hati."

Sumber: http://www.portalpiyungan.com/2016/05/salahkan-orang-tua-yuyun-yang-terlalu.html

Renungan Untuk Seluruh Wanita Muslimah..


Ada Seorang gadis membeli sebuah Iphone6.
Smartphone tersebut telah dilengkapi dengan pelindung layar dan ‘flip cover’ yang tak kalah cantiknya. Dia menunjukkan smartphone barunya tersebut ke ayahnya.
Lalu, sebuah percakapan yang cukup menggugah pun dimulai :
.
Ayah: Wah, telepon genggam yang bagus. Berapa harga yang harus kamu bayar untuk itu ?
Anak Perempuan: Saya membayar 700 dolar untuk telepon genggam ini yah, 20 dolar untuk penutup teleponnya, serta 5 dolar untuk pelindung layarnya.
Ayah: Oh, mengapa kamu menambahkan pelindung layar dan penutup teleponnya ? Bukankah kamu dapat menghemat 25 dolar untuk hal itu?
Anak Perempuan: Ayah, saya telah menghabiskan 700 dolar untuk mendapatkan telepon genggam ini. Jadi apa alasan saya tidak mengeluarkan 25 dolar untuk keamanannya ? Dan lihatlah, penutup ini juga membuat telepon genggamku tampak lebih indah bukan?
Ayah: Bukankah itu suatu penghinaan bagi perusahaan Apple, Inc. Bahwa mereka tidak dapat membuat produk Iphone yang tidak cukup aman?
Anak Perempuan: Tidak, Ayah! Mereka bahkan menyarankan kepada penggunanya untuk menggunakan pelindung layar dan penutup telepon ini untuk keamanannya. Dan saya tidak mau terjadi sesuatu yang dapat membahayakan Iphone baru saya.
Ayah: Apakah itu tidak akan mengurangi keindahan telepon itu?
Anak Perempuan: Tidak. Itu justru membuat telepon genggam saya terlihat lebih indah.
.
Lalu, sang Ayah menatap putrinya dan tersenyum dengan rasa kasih sayang. Sang Ayahpun berkata, “Putriku, kamu tau Ayah sangat menyayangimu. Kau membayar 700 dolar untuk membeli Iphone ini, serta 25 dolar untuk melindunginya.
Aku telah membayarkan seluruh hidupku untukmu, lalu mengapa kamu tak menutup auratmu dengan hijab untuk keselamatanmu sendiri?

Telepon ini, kelak tidak akan dipertanyakan di akhirat nanti. Namun kelak aku akan ditanyai oleh Allah SWT tentangmu, putriku
smile emotikon

Terima kasih telah menyempatkan membaca, share untuk kesadaran Perempuan akan kebaikan sang Ayah dan untuk kebaikan perempuan itu sendiri di dunia dan di akhirat.

Sejarah dan Misteri Kacamata Hitam Tembus Pandang Milik Soekarno


Salah satu peninggalan Soekarno yang masih misteri, dan mungkin akan tetap misteri adalah "Kacamata hitam." Menurut rumor yang berkembang, kacamata yang bung Karno pakai adalah kacamata tembus pandangan yang dapat melihat orang yang didepannya telanjang. Inilah yang membuat setiap berpidato beliau tetap semangat, sebab dengan kacamata itu ia dapat melihat orang-orang di depannya seolah-olah tanpa busana.


Tidak jelas bagaimana citra yang dilewatkan oleh lensa kacamata ini, apakah dapat membuat lekak-lekuk wanita yang aduhai terlihat jelas, atau membuat sipengguna dapat melihat hingga pada tulang belulang orang. Tetapi kalau yang terakhir ini yang terjadi, bukannya rangsangan syahwat yang didapat tetapi sebaliknya jadi terasa seperti ditengah-tengah kerangka-kerangka hidup.

Tujuan tulisan ini bukannya untuk membahas tentang ketelanjangan, bodi yang syur dan aduhai, yang membuat anda terangsang. Bukan... tetapi saya ingin mengajak anda untuk menggunakan jenis kacamata bung karno yang bukan hanya melihat citra superfisial tetapi lebih dari itu dapat melihat jauh lebih dalam.

***​

Terbukti bahwa kemanusiaan kita menggiring kita hanya mampu untuk menyukai orang-orang yang memiliki persamaan dengan kita. Apakah persamaan dalam latar belakang, pendidikan, etnis, hobby, bahkan persamaan selera dan kesukaan. Semakin banyak persamaan kita dengan seseorang maka semakin tinggi tingkat kesukaan kita pada orang tersebut. Salah satu yang membuat kita seperti itu adalah program di otak kita. Otak kita sudah terprogram lewat pendidikan orang tua, guru, sekolah, dan lingkungan bahwa keadaa ideal, keadaan baik, orang yang tepat adalah sosok pribadi seperti yang kita miliki.

Pribadi yang kita miliki adalah hasil pembentukan dari lingkungan, dan kemudian dari semua usaha trial and error maka kita memutuskan sikap terilaku tertentulah yang terbaik, dan inilah kemudian akan diadopsi. Ini menuntun kita bersikap bahwa bila ada orang lain yang berlaku tidak seperti kita maka sikap itu bukanlah perilaku yuang terbaik. Jadi dengan kata lain secara alami kita akan bersikap, ?Kalau anda sama seperti saya maka saya akan mengasihi anda.?

Celakanya, kadang kita memandang seseorang dan dalam sepermilli detik kita sudah putuskan untuk menyenanginya atau tidak. Kita membuat keputusan bagaimana selanjutnya berintaksi dengan seseorang tanpa tahu sepenuhnya tentang orang itu. Seyogyanya, jangan segera menutup pikiran sehingga menutup kesempatan untuk mengenal orang lain. Jangan menghakimi orang lain atas pertimbangan yang superfisial, pertimbangan yang instant dan dangkal.

Selanjutnya, kita memperlakukan orang lain sesuai dengan bagimana kita memikirkan siapa dia. Bagimana kita men-judge orang lain berhubungan dengan bagaimana kita memperlakannya.

Seorang pemuda datang ke suatu gereja dengan memakai kaos oblong yang kumal dan celana jeans yang sudah dekil.

Anggota-anggota merasa terganggu sebab mereka merasa bahwa si pemuda tadi tidak menghargai betapa pentingnya persiapan diri sebelum datang ke perbaktian. Anggota-anggota gereja kemudian menyampaikan keberatannya pada pendeta jemaat. Segera pendeta itu mendekati si pemuda tadi, dan dengan sopan pendeta katakan bahwa pemuda itu perlu menanyakan kepada Tuhan pakaian apa yang pantas untuk digunakan sebelum datang lagi ke gereja itu untuk berbakti. Pada pekan berikutnya pemuda itu muncul dengan menggunakan pakaian yang sama. Sang Pendeta segera mendatanginya dan berkata, ??Saya sudah katakan bahwa anda perlu bertanya kepada Tuhan pakaian apa yang pantas anda pakai sebelum datang berbakti.?? Kemudian pemuda itu menjawab, ??Iya, saya sudah bertanya pada Tuhan, tetapi Tuhan katanya bahwa Ia juga tidak tahu sebab Ia tidak pernah hadir ke gereja ini.??

Berhentilah menghakimi orang lain atas menampilan mereka. Banyak orang yang pada penampilan luarnya seperti orang suci padahal di dalamnya seperti kotornya kuburan. Apa yang ada di dalam anda (dan diri seseorang) adalah lebih penting dari apa yang tampak diluar. Banyak orang yang berhati suci tetapi karena bertumbuh dalam latar belakang yang berbeda dengan anda maka penampilannya dan cara bicaranya berbeda dengan apa yang anda harapkan.

Kita kadang cepat menghakimi orang lain yang tidak sama seperti kita. Meskipun anda tidak sepenuhnya mengerti sesamamu jangan pernah menghakiminya. Kita mungkin tidak sependapat dengan oang lain tetapi itu tidak membuat kita berhenti untuk mengasihinya.

Terlalu banyak tembok-tembok yang dibangun dan sekat-sekat yang didirikan untuk memisahkan kita dengan orang lain. Banyak orang memandang rendah pada orang lain, sebab keyakinannya berbeda dengan dia. Kita harus memahami bahwa di surga tidak ada ruang terpisah untuk Islam, untuk Kristen, untuk Katolik, Untuk Adventist tetapi semuanya satu di bawah pohon Al-hayat.

Kita perlu memperbesar lingkaran cinta kita. Hilangkan kebiasaan untuk menjudge orang lain atas penampilan luarnya. Pakailah cara pandang yang dapat menembus citra superfisial, penampilan luar, tampilan sebatas kulit; yang dapat menembus hingga kepada hati.

Bapak Pejabat yang Terhormat, Cobalah Nasi Aking ini!

SUDAH bukan menjadi rahasia bahwa sistem kapitalis yang bercokol saat ini menunjukkan kesenjangan terutama di bidang perekonomian. Para pemegang kuasa memiliki akses yang berlebih dan memiliki aset kekayaan yang jauh berbeda dengan rakyatnya.



Semua orang pun mengetahui bahwa yang membayar mereka tak ayal adalah rakyat. Namun rakyat perlu tertatih bahkan merangkak untuk menghidupi dirinya. Ya, inilah sejatinya parodi kapitalisme yang siklusnya akan terus sama sepanjang masa.

Seperti kasus yang terjadi pada satu keluarga di Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Selama 15 tahun mereka mngkonsumsi nasi aking karena tak sanggup membeli makanan dengan layak. Mirisnya, rumah keluarga ini hanya berjarak satu kilometer dari pusat pemerintah Kabupaten Lebak. “Iya, setiap hari saya memasak nasi aking untuk dimakan bersama anak dan suami saya. Penghasilan suami saya sebagai buruh kasar tidak cukup untuk membeli beras. Akhirnya, saya terpaksa mengolah nasi sisa tetangga untuk dijadikan nasi aking agar bisa makan”, kata Suparti (37 tahun) ditemui di Rumahnya yang beralaskan tanah (metrotvnews.com).

Begitulah kira-kira kesaksian dari ibu rumah tangga yang diliputi kemiskinan hingga memenuhi kebutuhan primernya saja Ia kewalahan. Tak terbayang bagaimana mengkonsumsi nasi aking yang seharusnya menjadi pakan ternak. Sedangkan di tempat lain para pejabat ini tidur dan makan enak di sangkar emas nya. Sungguh ‘keadilan’ yang terbentang nyata.

Anggota dewan yang ditunjuk rakyat sebagai wakil, justru banyak yang berleha-leha. Santai dan mencari aman. Yang ada dalam benak mereka hanya bagaimana caranya mengukuhkan posisi mereka di lima tahun ke depan. Padahal masih terngiang-ngiang janji-janji manisnya untuk membahagiakan rakyat saat kampanye dahulu. Dan seperti kebiasaan yang terus berulang, semua pejabat itu amnesia dengan segala janji-janjinya. Maka janji tinggalah janji yang tak pernah ditepati.

Di tengah suara rintihan para pengemis dan orang-orang terlantar, kita menyaksikan para pejabat dan orang-orang berduit dengan asyik melancong ke berbagai negeri. Mereka seolah tanpa dosa menghamburkan uang dengan membeli barang serba mewah.

Baca:  Jangan Malu Punya Orang Tua Miskin, Mereka Berjuang Demi Kita
Di tengah gubuk-gubuk reyot penuh tambalan kardus bekas, kita menyaksikan gedung-gedung menjulang ke Langit. Diantara maraknya tengadah tangan-tangan pengemis, mobil-mobil mewah miliaran berseliweran di Jalan. Pemandangan kontras yang selalu menghiasi hari-hari kita.

Lalu bagaimana seharusnya pemimpin itu memimpin? Maka bisa kita putar sejarah yang bukan hanya sejarah. Tapi ia tuntunan sepanjang masa bagi ummat yang memerlukan arah. Seperti halnya Rosulullah (saw) yang lebih memilih kelaparan dengan mengikat perutnya dengan batu, padahal ia bisa memilih untuk bergelimang harta dengan segala kecukupannya. Juga Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang berkata, “Akulah seburuk-buruk penguasa apabila aku kenyang sementara rakyatku kelaparan.”

Hal ini terjadi saat masa paceklik dan banyak rakyat yang kelaparan. Beliaupun tidak pernah makan kecuali roti dan minyak hingga kulit beliau berubah menjadi hitam.
Bukanlah contoh di atas memaksa para penguasa kita untuk ikut kelaparan juga. Tapi mengapa tak mencontoh kepedulian mereka dalam mengurusi rakyatnya?

Kepedulian yang ditunjukkan Rasulullah (saw) dan para sahabatnya dalam bentuk kelaparan dan kesederhanaan, membuat mereka selalu serius dalam menuntaskan setiap permasalahan. Ini adalah bentuk empati sekaligus cinta yang ikhlas yang ditujukan penguasa pada rakyatnya. Terlebih lagi kesadaran mereka atas beban amanah sebagai penguasa yang kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Rabbnya. Di hadapan kita, akan tergelar persidangan dimana tak akan pernah ada kebohongan di dalamnya.

Bagaimana bila kelak rakyat-rakyat yang kelaparan ini bersaksi di hadapan Allah, dan akhirnya menyeret tubuh penguasa yang dzolim pada neraka? Jelas dan amat jelas, ini bukanlah perkara yang sepele dan bisa dipermainkan dengan kesenangan.

Tentunya segala kesenjangan yang terjadi tak lain adalah buah dari tegaknya sistem kapitalisme. Sistem yang telah membawa cacatnya sedari lahir yang akan terus menghasilkan kerusakan demi kerusakan lain di muka bumi. Karena sejatinya sistem ini akan terus berpihak pada orang-orang yang memiliki uang seperti bagaimana ia dinamakan, yaitu kapital.

Maka sudah barang tentu kita harus mengembalikan islam pada tempatnya. Dimana Rasulullah (saw) bukan hanya menjadikannya sebagai agama saja, tapi juga mempraktikkan seluruh perangkat aturan didalamnya yang ternyata terbukti membawa keadilan dan kesejahteraan bukan hanya bagi ummat manusia, tapi bagi ciptaan Allah yang lainnya. Maka dengan diaplikasikannya islam pada seluruh aspek kehidupan, akan terbukti jelas bahwa islam akan membawa rahmat dari Allah (swt) untuk alam semesta.
Wallohualam bishowab. [Sumber: IslamPos dari Penulis: Dinar Khairunissa]

Mulai Hari Ini Jangan Bentak Anak Anda, Ini Dampaknya.

“Tahukan bunda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”


Membentak bisa berpengaruh buruk pada anak-anak, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan anak, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak.



Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Anda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.


Beberapa dampak negatif membentak anak adalah:
1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.

2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.

4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.

5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh.

Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Baca:  Terlalu Jenius Bocah Ini Tidak Bisa Ikut Ujian Nasional Mei 2016 Mendatang

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tdk usah khawatir anak jadi cengeng dan manja. So.. Semoga saya tidak membentak lagi terutama pada umur 1-6 tahun si anak karena ini adalah "the golden age" yang dapat merusak kecerdasan emosionalnya.

Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang.
(sumber: ecahyono, forum.detik.com , life viva )

Fakta Ilmiah di Balik Si Muka Jutek

Sejumlah orang memiliki wajah jutek atau judes. Karena itu, mereka sering dianggap marah atau tak ramah.

Wajah mereka tak kelihatan gembira ketika sedang senang, relatif datar, tanpa ekspresi.

Beberapa pesohor Hollywood, seperti Kanye West dan Kristen Stewart diberi gelar raja dan ratu resting bitch face -- si muka jutek.


Beberapa peneliti akhirnya memutuskan mendalami ilmu di balik fenomena yang sering dialami oleh para perempuan itu. Hasilnya pun mengejutkan.

Seperti yang dilaporkan Washington Post dan dilansir oleh News.com.au (3/2/2016), Jason Rogers dan Abbe Macbeth, dari Noldus Information Technology, Belanda, berusaha menjawab mengapa wajah jutek ini dilihat sebagai wajah tanpa ekspresi.

Ada pula anggapan lain yang berkata bahwa muka ini dianggap sebagai rona muram.

Mereka menggunakan alat berteknologi tinggi yang dapat membaca ekspresi manusia. Alat itu memetakan dan menganalisis 500 titik di wajah sebagai acuan dari delapan emosi dasar: bahagia, sedih, marah, takut, kaget, jijik, menghina, dan netral.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Rogers dan Macbeth menemukan, orang dengan wajah jutek sebesar 97 persen emosinya memang netral. Sementara 3 persen sisanya menunjukkan emosi kecil seperti sedih dan terkejut.

Namun ketika foto orang yang berwajah jutek itu dipindai, tingkat emosinya meningkat hingga dua kali lipat, yaitu sebanyak 6 persen.

Satu emosi spesifik yang menjadi 'dalang' si wajah jutek adalah ekspresi menghina.

Rogers menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh isyarat kecil seperti menyipitkan atau menyudutkan mata. Sedikit menarik salah satu sudut bibir atau menaikkan keduanya juga dapat menghasilkan ekspresi menghina.

Macbeth mengatakan isyarat dari ekspresi yang netral menyampaikan penghinaan, tapi hal tersebut tetap terdeteksi oleh software dengan cara yang sama seperti otak kita.

Wajah yang berekspresi netral, tapi terlihat seperti menghina dapat dimengerti. Namun terdeteksi oleh software dengan cara yang sama seperti otak kita lakukan.

Menariknya, alat tersebut yang bebas dari bias gender menemukan fakta bahwa baik perempuan maupun laki-laki yang memiliki wajah jutek jumlahnya sama.

Dari data tersebut, peneliti percaya bahwa asumsi yang mengatakan wajah jutek hanya dimiliki perempuan dibangun karena norma-norma sosial, bukan pada fisiologi wajah.

“Banyak yang mengira bahwa jumlah perempuan berwajah jutek lebih banyak dibanding laki-laki, dan ada banyak artikel anekdot dan jurnal ilmiah yang membahas tentang itu,” ujar Macbeth.

“Jadi wajah jutek itu belum tentu sesuatu yang terjadi lebih banyak pada perempuan, tapi kita lebih terbiasa untuk memperhatikan perempuan karena mereka lebih banyak dituntut untuk tampak tersenyum, bahagia, dan ramah terhadap orang lain.” Sumber: liputan6.com

Inilah 12 Emoji Ini Sering Salah Diterjemahkan

Sebagian besar pengguna internet khususnya aplikasi chatting mungkin akrab dengan penggunaan emoji -- simbol yang biasa digunakan untuk memberi ekspresi pada saat mengirim pesan.

Emoji seperti tanda jempol, patah hati, menangis, ataupun tersenyum mungkin merupakan simbol yang paling sederhana untuk diartikan.


Namun, apakah Anda tahu bahwa terdapat 12 emoji yang paling sering disalahartikan?

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/4/2016), terdapat 12 emoji yang paling banyak salah diterjemahkan.

Hal tersebut merupakan hasil dari sebuah identifikasi yang dilakukan oleh sebuah tim yang bergerak di casino online bernama Wink Slots.

Berikut adalah 12 emoji yang paling sering disalahtafsirkan:






1. Information Desk Person
Emoji yang menggambarkan seorang perempuan yang nampak seperti menyibak rambutnya, atau dengan satu tangan terangkat, sering diartikan sebagai wanita genit atau pelayan.

Namun sebenarnya emoji tersebut dibuat untuk mewakili seseorang di meja informasi yang menyediakan jawaban atas pertanyaan orang.

2. Face with OK Gesture
Wanita dengan gestur tangan terangkat yang membentuk lingkaran di atas kepala, sering diartikan dengan perasaan gembira. Sebenarnya, emoji tersebut menunjukkan tanda 'Oke'

3. Women with Bunny Ears
Emoji yang memperlihatkan perempuan yang memakai bando berbentuk telinga kelinci -- mirip logo Playboy -- sebenarnya merupakan simbol daya tarik seksual.

Namun kebanyakan orang menggunakannya sebagai ekspresi bahagia atau girang

Ekspresi Marah atau Senang?

 

4. Confounded Face
Kebanyakan orang-orang mengartikan simbol mata dipejamkan dan mulut 'keriting' tersebut sebagai ekspresi stres atau takut dan khawatir.

Namun sebenarnya emoji tersebut menunjukkan ekspresi marah atau terganggu.

5. Face with Look of Triumph
Emoji dengan asap keluar dari hidung sering dipakai untuk mengekspresikan marah atau kecewa. Namun, simbol tersebut sebenarnya menunjukkan kemenangan.

6. Dizzy Face
Emoji Dizzy Face -- dengan dua mata berbentuk silang -- sering diartikan sebagai ekspresi heran maupun mati. Sebenarnya simbol itu diperuntukkan untuk mengungkapkan seseorang yang sedang pusing.


Mengantuk atau Menangis?


7.Sleepy Face (Wajah Mengantuk)
Emoji ini sebenarnya mengekspresikan seseorang yang sedang mengantuk. Namun beberapa orang mengartikannya sebagai air mata yang jatuh -- gara-gara setetes air yang keluar di atas mulut.

8. Hushed Face (Wajah Serius)
Emoji yang menggambarkan dua mata serta mulut berbentuk lingkaran, dibuat untuk menunjukkan ekspresi serius. Namun kebanyakan orang menafsirkannya sebagai ungkapan terkejut.

9. Disappointed but Relieved Face (Wajah Kecewa namun Lega)
Emoji yang digambarkan dengan setetes air jatuh dari samping wajah sering diartikan sebagai ungkapan sedih, kekecewaan, maupun bingung. Sebenarnya simbol tersebut mewakili ekspresi kecewa namun lega.







10. Grinning & Grimacing Face
Grinning Face sebenarnya merupakan ekspresi menyeringai, dengan barisan gigi yang terlihat. Namun kebanyakan orang menggunakannya untuk mengungkapkan kecanggungan, gugup, maupun gembira.

11. Japanese Ogre
Simbol tersebut sebenarnya merupakan Orge Jepang bernama Namahage yang berasal dari cerita rakyat Negeri Sakura. Menurut cerita, Orge dapat mengusir roh-roh jahat dari rumah. Ia bukanlah simbol setan.

12. Dizzy Symbol
Dizzy Symbol sering digunakan untuk mewakili peristiwa bintang jatuh. Namun sebenarnya emoji tersebut merepresentasikan seseorang yang pusing, layaknya simbol yang terdapat dalam komik.

Semoga bermanfaat. Silakan dishare.
Sumber: Liputan6.com

Waspada! Inilah Bahaya Mencabut Bulu Hidung

Bagi Anda yang merasa memiliki kebiasaan mencabut bulu hidung sepertinya harus mulai berpikir untuk menghentikan kebiasaannya tersebut.

Kebiasaan mencabut bulu hidung ternyata dapat berpotensi menimbulkan luka dan bisul di dalam hidung.

Bisul ini terasa sangat nyeri sehingga seringkali membuat penderita tidak dapat tidur dengan nyenyak.





Selain itu, dikatakan pula bahwa luka yang diakibatkan oleh tindakan mencabut bulu hidung tersebut dapat menjadi sumber infeksi dan peradangan ke otak.

Hal ini terkait oleh struktur anatomi hidung di mana terdapat pembuluh darah di area jembatan hidung (nasal bridge) yang langsung menuju otak, dan akan berkumpul dengan berbagai pembuluh darah balik lainnya.

Hal ini ditenggarai berbahaya, ada area di dalam hidung yang berhubungan langsung dengan menjalar ke otak.

Dikutip dari KlikDokter, daerah dari area jembatan hidung (nasal bridge) hingga sudut mulut dinamakan “segitiga kematian” atau “triangle of death” karena infeksi di tempat tersebut dapat langsung menjalar ke otak dan menyebabkan gumpalan di sinus kavernosus.

Dengan alasan yang sama, kita sebaiknya menghindari segala bentuk intervensi yang melibatkan area segitiga tersebut, termasuk tindakan mencabut bulu hidung.

 
Bulu hidung sebaiknya dibiarkan tumbuh sesuai adanya, karena fungsinya sebagai filter bagi partikel-partikel kecil yang terhisap ke lubang hidung. Manfaat bulu hidung akan terasa saat kita berada di ruangan yang sangat berdebu.

Tubuh umumnya langsung merespons adanya partikel kecil yang terhisap hidung dengan cara bersin.

Jika kita tidak memiliki bulu hidung, maka partikel tersebut akan masuk ke dalam saluran napas yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Baca: Ternyata Ada Empat Bahan Perusak Otak yang kita Pakai Setiap Hari

Bagaimanapun, jika dirasa mengganggu, Anda dapat sedikit merapikan bulu hidung Anda menggunakan gunting kecil yang khusus didesain untuk memotong bulu di dalam lubang hidung Anda.

Namun tetap perlu diperhatikan agar bulu hidung tidak dipotong terlalu pendek dan sisa potongannya tidak masuk ke dalam hidung. [Sumber: KlikDokter]

Utang Menumpuk, Indonesia Terancam Bangkrut

Utang Indonesia sudah lampu merah, mencapai 4.241 Trilyun, tapi Jokowi terus memburu utang baru. Indonesia terancam bangkrut, ‘Aku Rapopo’. 
 
Sudah banyak negara-negara yang dianggap bangkrut (default) karena  tidak mampu lagi membayar utangnya. Sebutlah Yunani, Argentina, Puerto Rico, Jamaica, Ekuador, Zimbabwe dan beberapa negara lainnya. Yunani per 30 Juni 2015 menyatakan gagal bayar utang (default alias bangkrut) sebesar $ 138 milyar.
 
Utang Menumpuk, Indonesia Terancam Bangkrut
 
 
Sementara Indonesia, menurut catatan Bank Indonesia (BI), utang pemerintah sudah mencapai $ 304,6 milyar atau sebesar Rp. 4.241 trilyun (kurs Rp.19.925/US.$). Utang Indonesia itu sudah tiga kali lipat utang Yunani. Artinya, Indonesia sudah diambang kebangkrutan karena utangnya sudah menyalib Yunani.
 
Bersamaan dengan Yunani, ada sejumlah negara yang  juga menyatakan diri sebagai negara bangkrut yaitu: Peurto Rico. Negeri di Karibia ini dinyatakan tidak mampu bayar utang sebesar 73  milyar US dolar atau setara dengan Rp 949 triliun. 
 
Juga Argentina, setelah melalui proses panjang hingga ke pengadilan, Argentina pun akhirnya dinyatakan gagal membayar utang  sebesar 95 milyar US$ yang jatuh tempo alias default atau bangkrut.   
 
Berikut ini negara-negara yang ditengarai masuk daftar sulit mampu bayar utang dan terncam menjadi negara bangkrut, yaitu : Ekuador, Venezuela, Mesir, Pakistan, Indonesia, Timor Leste, Spanyol, Portugal, dan Italia. Sumber: Suara-Islam.com

Alhamdulillah, Mengagumkan ! Prestasi Akademis Wanita Muslim Semakin Membanggakan

Peneliti menemukan bahwa pelajar muslimah zaman sekarang, memiliki motivasi yang tinggi dalam mencapai prestasi terbaik secara akademis, mereka ingin memiliki kualifikasi mengagumkan supaya mudah mendapatkan pekerjaan idaman.
Menurut penemuan peneliti, motivasi dan prestasi pelajar muslimah, baik di sekolah dan di universitas, telah melampaui nilai-nilai akademis pria muslim.
 
 
Hasil riset menarik mengenai adanya perubahan kultur di budaya dari negara-negara mayoritas muslim itu akan diumumkan pada konferensi British Socilogical Association, minggu ini.  
Dr Nabil Khattab dari Doha Institute, Qatar, dan Profesor Tariq Modood dari University of Bristol, menemukan sebanyak 25 persen wanita muslim (21-24 tahun) berhasil meraih gelar sarjana.
Presentase tersebut lebih tinggi ketimbang jumlah pria muslim dengan kisaran usia sama yang meraih gelar sarjana (21 persen).
Kemudian, berdasarkan hasil riset 6600 kandidat pelajar di Inggris, para pengajar juga mengatakan bahwa nilai akademis murid perempuan beragama Islam, dengan kisaran usia 11 dan 14 tahun, lebih tinggi ketimbang murid lelaki beragama Islam.
 
Prestasi pelajar muslimah sekarang ini sudah melampaui prestasi rata-rata pelajar pria muslim. Hal ini berdasarkan dari performa edukasi mereka,” jelas Khattab.
“Hal ini sangat menarik, terkait perbedaan jender yang nyata. Prestasi membanggakan ini tak terjadi secara akademis, tapi juga di dunia kerja. Karyawan pria muslim tak semuanya sarjana, tetapi karyawan wanita muslim mayoritas bergelar sarjana,” urainya.
Kemajuan akademis wanita muslimah ini, kata Khattab, juga diobservasi oleh para praktisi edukasi non-muslim.
“Peningkatan prestasi wanita muslim ini sangat baru,” sebutnya.
Sebab, berdasarkan laporan sepanjang tahun 1990 dan 1991 di Pakistan dan Banglades, jumlah pria muslim yang meraih gelar sarjana lebih tinggi ketimbang pelajar wanita.
Peningkatan nilai akademis pada wanita muslim, sebut Khattab, tampaknya terjadi karena para muslimah memiliki keinginan tinggi untuk aktif mencari uang setelah lulus kuliah.
“Mereka ingin bisa bersaing di dunia kerja di mana batasan jender sangat tinggi karena stereotype dan rasisme terhadap wanita muslim,” terangnya.
Terakhir, Khattab menjelaskan bahwa keyakinan para wanita muslimah untuk meraih pendidikan lebih tinggi, kemungkinan terjadi karena mereka tak hanya ingin menjadi bagus, tetapi mereka memiliki tujuan menjadi hebat.
“Para wanita muslim mengantisipasi persaingan di dunia kerja dengan prestasi akademis yang cemerlang, mereka ingin mencegah adanya diskriminasi, mereka ingin mendapatkan pekerjaan idaman,” pungkasnya. Sumber: FemaleKompas